![]()
Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Menyambut libur Natal 2025 dan pergantian Tahun Baru 2026, pengelola Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Papandayan meningkatkan pengamanan dan kesiapsiagaan di seluruh kawasan wisata. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan jumlah pengunjung yang diprediksi meningkat signifikan selama masa libur panjang akhir tahun.
Manager Pelaksana Harian PT Alam Indah Lestari (PT AIL), Aminta Ka’ban, menegaskan bahwa TWA Gunung Papandayan merupakan salah satu destinasi wisata alam unggulan di Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang selalu menjadi magnet wisatawan lokal maupun luar daerah, khususnya saat momentum Natal dan Tahun Baru.
“Libur Natal dan Tahun Baru merupakan periode dengan tingkat kunjungan tertinggi. Karena itu, kami melakukan peningkatan pengamanan dan pelayanan di seluruh kawasan TWA Gunung Papandayan demi memberikan rasa aman, nyaman, serta perlindungan maksimal bagi para pengunjung,” ujar Aminta Ka’ban, Jumat (26/12/2025).
Ia menjelaskan, pengamanan dilakukan secara terpadu dengan menambah jumlah personel pengamanan internal, memperketat pengawasan di pintu masuk kawasan wisata, serta menempatkan petugas di titik-titik strategis dan area rawan. Jalur pendakian, kawasan kawah, camping ground, hutan wisata, hingga area parkir menjadi fokus utama pengawasan selama masa libur akhir tahun.
Selain itu, pengelola juga menerapkan pengendalian kapasitas pengunjung guna mencegah terjadinya kepadatan berlebih yang berpotensi menimbulkan risiko keselamatan. Petugas lapangan disiagakan untuk mengatur arus pengunjung, mengawasi aktivitas wisata, serta memberikan imbauan keselamatan secara persuasif dan humanis.
“Kami tidak ingin terjadi penumpukan pengunjung yang dapat membahayakan keselamatan. Jika terjadi lonjakan, petugas akan melakukan pengaturan agar tetap sesuai dengan standar keamanan dan daya tampung kawasan,” jelasnya.
Tak hanya fokus pada aspek pengamanan, PT AIL juga memastikan kesiapan seluruh sarana dan prasarana pendukung wisata. Pengecekan dilakukan secara berkala terhadap jalur wisata, rambu-rambu keselamatan, pos pengamanan, fasilitas umum, hingga titik-titik layanan informasi, guna memastikan semuanya dalam kondisi layak dan aman digunakan oleh pengunjung.
Dalam rangka mengantisipasi potensi keadaan darurat, pengelola TWA Gunung Papandayan juga meningkatkan kesiapsiagaan petugas melalui pembekalan khusus terkait penanganan kedaruratan, prosedur evakuasi, serta pertolongan pertama pada kecelakaan. Koordinasi lintas sektor pun terus diperkuat dengan pihak kepolisian, TNI, tenaga kesehatan, dan instansi terkait lainnya.
“Kami menjalin koordinasi intensif dengan aparat keamanan dan unsur terkait. Sinergi ini sangat penting agar apabila terjadi situasi darurat, penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi,” tambah Aminta Ka’ban.
Ia juga mengimbau seluruh wisatawan agar mematuhi peraturan yang berlaku di kawasan TWA Gunung Papandayan, mengikuti arahan petugas, serta selalu memperhatikan faktor cuaca dan kondisi fisik selama berwisata. Wisatawan diingatkan untuk tidak memaksakan diri, terutama saat kondisi kawasan sedang padat atau cuaca kurang bersahabat.
“Keselamatan pengunjung adalah prioritas utama kami. Kami berharap wisatawan dapat berwisata dengan bijak, menjaga barang bawaan, mematuhi rambu-rambu keselamatan, serta ikut menjaga kelestarian lingkungan alam Gunung Papandayan,” tegasnya.
Menurutnya, kenyamanan pengunjung tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam, tetapi juga oleh rasa aman, tertib, dan pelayanan yang optimal selama berada di kawasan wisata. Oleh karena itu, pengelola berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar wisatawan dapat menikmati libur Natal dan menyambut Tahun Baru dengan pengalaman yang menyenangkan dan berkesan.
Dengan berbagai langkah pengamanan dan peningkatan pelayanan tersebut, PT AIL optimistis TWA Gunung Papandayan tetap menjadi destinasi wisata alam favorit yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
“Harapan kami, seluruh pengunjung dapat menikmati keindahan TWA Gunung Papandayan dengan perasaan aman dan nyaman, serta membawa pulang kesan positif dari wisata alam Garut,” pungkas Aminta Ka’ban. (DIX)
