![]()
Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Jelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Papandayan kembali diprediksi menjadi salah satu destinasi wisata paling favorit di Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut,Jawa Barat. Pesona Hutan Mati, ikon fenomenal kawasan Papandayan, terus menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah yang ingin menikmati panorama alam eksotis di penghujung tahun.
Antusiasme wisatawan terhadap Papandayan mulai terlihat sejak awal Desember. Cuaca cerah dan jalur yang relatif aman membuat kawasan ini semakin diminati sebagai tujuan wisata keluarga, pendaki pemula, hingga fotografer alam. Pihak pengelola pun telah mempersiapkan sejumlah langkah untuk menyambut lonjakan pengunjung.
Dalam wawancara melalui sambungan WhatsApp pada Jum’at (12/12/2025), Aminta Ka’ban, Manager Pelaksana Harian PT Arsi Indah Lestari (AIL) selaku pengelola Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Papandayan, memaparkan kesiapan pihaknya menghadapi liburan panjang akhir tahun.
Hutan Mati Selalu Jadi Magnet Wisatawan
Aminta menyampaikan bahwa Hutan Mati tetap menjadi spot paling diburu wisatawan karena keunikannya yang sulit ditemukan di gunung lain. Pohon-pohon kering bekas letusan gunung yang berdiri tegak menciptakan lanskap dramatis, terutama saat matahari terbit atau ketika kabut tipis turun perlahan.
“Daya tarik Hutan Mati tidak pernah berkurang. Setiap musim memberikan nuansa berbeda. Banyak wisatawan yang kembali lagi karena ingin mengabadikan momen di spot yang ikonik ini,” ujar Aminta Ka’ban.
Ia menambahkan, unggahan foto wisatawan di media sosial menjadi salah satu faktor utama meningkatnya popularitas kawasan tersebut selama beberapa tahun terakhir.
Pengelola Perketat Keamanan dan Perawatan Jalur
Menghadapi arus kunjungan Nataru 2025–2026 yang diprediksi meningkat tajam, PT AIL bersama tim lapangan TWA Papandayan melakukan serangkaian persiapan teknis. Aminta Ka’ban menegaskan bahwa keamanan dan kenyamanan pengunjung menjadi prioritas utama.
“Kami telah melakukan pengecekan intensif pada jalur trekking menuju Pondok Saladah dan Hutan Mati. Petugas lapangan ditambah, pos keamanan diperkuat, dan fasilitas umum kami pastikan dalam kondisi siap pakai menjelang libur panjang,” jelasnya.
Pengelola juga menyiapkan tambahan titik istirahat bagi wisatawan yang membawa anak kecil atau lansia, mengingat kontur tanjakan menuju Hutan Mati cukup menantang.
Spot Wisata Lain Siap Menyambut Pengunjung
Selain Hutan Mati, sejumlah spot wisata lain di Gunung Papandayan juga ramai diminati dan siap menyambut wisatawan Nataru, seperti:
Kawah Papandayan beserta aktivitas uap panasnya
Pondok Saladah, destinasi camping favorit
Padang Edelweiss, surga bagi pencinta foto alam
Danau kecil alami yang muncul pasca-erupsi
Bukit Teletubbies dengan panorama bukit hijau bergelombang
Sementara beragamnya pilihan spot wisata membuat Papandayan menjadi destinasi yang cocok untuk berbagai kalangan, dari pecinta trekking ringan hingga keluarga yang ingin menikmati udara pegunungan.
Prediksi Kunjungan Meningkat Tajam
Menurut Aminta, pada periode Natal dan Tahun Baru tahun sebelumnya, jumlah pengunjung meningkat beberapa kali lipat dibanding hari biasa. Pola serupa diperkirakan terjadi kembali pada Nataru 2025–2026 ini.
“Kami sudah mempersiapkan diri untuk lonjakan kunjungan. Wisatawan datang bukan hanya dari Jawa Barat, tapi juga dari berbagai provinsi lain. Papandayan kini sudah menjadi destinasi nasional,” katanya.
Ia menegaskan bahwa pihaknya tetap mengedepankan aspek konservasi agar keindahan Papandayan tetap terjaga.
“Kami sangat berharap pengunjung tetap menjaga kebersihan dan tidak merusak kawasan konservasi. Alam Papandayan adalah aset bersama yang harus dijaga,” tegasnya.
Imbauan untuk Wisatawan
Menyambut libur panjang akhir tahun, Aminta Ka’ban memberikan sejumlah imbauan kepada wisatawan, di antaranya:
Gunakan alas kaki yang sesuai dan siapkan perlengkapan trekking ringan.
Datang lebih pagi untuk menghindari antrean di area parkir maupun pintu masuk.
Perhatikan kondisi cuaca, terutama bagi wisatawan yang ingin berkemah.
Ikuti arahan petugas, terutama di area jalur menanjak dan titik rawan.
Tidak membuang sampah sembarangan demi menjaga kelestarian kawasan.
Papandayan, Pilihan Ideal untuk Menutup dan Memulai Tahun
Dengan kesiapan pengelola, cuaca yang mendukung, serta keindahan ikon Hutan Mati yang tak lekang oleh waktu, TWA Gunung Papandayan dipastikan menjadi pilihan ideal bagi masyarakat untuk menghabiskan momen Natal 2025 dan menyambut Tahun Baru 2026.
Aminta Ka’ban menutup pernyataannya dengan harapan:
“Semoga libur Nataru ini para wisatawan lokal maupun Nasional dapat menikmati keindahan alam Garut terkhusus di TWA Gunung Papandayan,” tandasnya. (DIX)
