![]()
Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Sebuah insiden menegangkan terjadi di kawasan Gordah, Kelurahan Jayawaras, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat pada Rabu (10/12/2025) sore kemarin. Seorang remaja bernama Trisna harus dievakuasi petugas Pemadam Kebakaran setelah dirinya terjebak di dalam gorong-gorong yang dialiri air deras akibat hujan.
Peristiwa itu bermula ketika Trisna tengah bermain bersama beberapa temannya di sekitar gorong-gorong tersebut. Saat hujan mengguyur wilayah Jayawaras, kondisi permukaan tanah menjadi licin.
Sementara itu Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Garut, U. Basuki Eko, mengungkapkan bahwa saat berjalan di area tersebut, Trisna tiba-tiba terpeleset dan jatuh ke dalam gorong-gorong.
“Di TKP, korban terpeleset dan terjatuh ke gorong-gorong,” ujar Eko saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan Whatsapp miliknya. Kamis,(11/12/2025).
Menurut keterangan Eko pada awalnya peristiwa kemarin itu, teman-teman korban tidak menyadari bahwa kejadian itu berbahaya. Mereka mengira Trisna hanya terjatuh biasa dan akan segera keluar. Namun situasi berubah drastis ketika arus air yang mengalir di dalam gorong-gorong menyeret tubuh Trisna semakin jauh ke dalam lorong sempit yang memiliki penutup di bagian atas.
“Korban terseret arus air. Arusnya memang tidak besar, tetapi cukup kuat membawa tubuh korban masuk lebih dalam ke gorong-gorong,” jelas Eko.
Situasi Menegangkan, Warga Panik Khawatir Ketinggian Air Bertambah
Kondisi di lokasi kejadian berubah menjadi panik ketika warga setempat menyadari bahwa Trisna tidak dapat keluar dari gorong-gorong tersebut. Dengan intensitas hujan yang terus meningkat, masyarakat khawatir debit air di dalam gorong-gorong akan bertambah dan membahayakan nyawa remaja itu.
Sejumlah warga berusaha memanggil Trisna dan mencari titik di mana ia tersangkut. Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil maksimal mengingat gorong-gorong memiliki penutup beton yang sulit dibuka tanpa alat khusus.
Melihat situasi yang semakin kritis, warga langsung menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran Garut. Tak lama kemudian, satu unit mobil pemadam dengan empat personel tiba di lokasi.
Proses Evakuasi Berpacu dengan Waktu
Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan penilaian cepat terhadap situasi. Dengan kondisi hujan masih berlangsung, mereka harus bergerak cepat. Petugas kemudian membongkar penutup gorong-gorong menggunakan peralatan khusus untuk membuka akses menuju lokasi korban tersangkut.
“Personel membongkar penutup gorong-gorong kemudian mengevakuasi tubuh korban keluar dari dalam,” ujar Eko menjelaskan jalannya proses penyelamatan.
Proses evakuasi berjalan dramatis. Petugas harus masuk ke area yang sempit dan hanya diterangi cahaya lampu senter sambil menghindari risiko tambahan dari aliran air yang dapat meningkat sewaktu-waktu. Setelah beberapa menit bekerja keras, petugas akhirnya berhasil menemukan posisi Trisna dan menarik tubuh remaja itu keluar dari lorong.
Suasana yang semula menegangkan langsung berubah menjadi lega ketika tubuh Trisna berhasil diangkat ke permukaan. Warga yang sejak awal mengerumuni lokasi evakuasi bertepuk tangan dan mengucapkan syukur atas keberhasilan penyelamatan tersebut.
Kondisi Korban Selamat, Hanya Luka Ringan
Berdasarkan dokumentasi video yang didapat Disdamkar Garut dan beredar di masyarakat, Trisna terlihat dalam kondisi sadar setelah dievakuasi. Ia tidak mengalami cedera serius, hanya beberapa luka ringan akibat terbentur dinding gorong-gorong saat terseret air.
“Korban hanya mengalami luka ringan saja. Setelah evakuasi, ia langsung dibawa keluarga ke Puskesmas untuk mendapatkan pemeriksaan medis lebih lanjut,” tutur Eko.
Peringatan Bagi Warga Saat Musim Hujan
Insiden ini sekaligus menjadi peringatan bagi warga agar lebih waspada ketika beraktivitas di sekitar saluran air, sungai, maupun gorong-gorong, terutama saat musim hujan. Permukaan tanah licin serta arus air yang tiba-tiba meningkat sering kali menjadi sumber bahaya, khususnya bagi anak-anak dan remaja.
Di sisi lain, Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Garut mengimbau masyarakat untuk segera melapor kepada pihak berwenang apabila melihat kejadian yang berpotensi membahayakan keselamatan. Respons cepat petugas dalam insiden kali ini menunjukkan pentingnya koordinasi dan kepedulian warga terhadap keselamatan bersama.
Beruntung, Trisna berhasil selamat dari peristiwa yang nyaris merenggut nyawanya. Ketepatan langkah warga dan kecepatan personel pemadam kebakaran menjadi faktor utama yang memastikan tragedi itu tidak berakhir lebih buruk. (*)
