![]()
Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta menekan angka kenakalan remaja, anggota Polsek Tarogong Kidul, Polres Garut, Aiptu Dadan Sopian yang didampingi Bripka Andri Hidayat melaksanakan kegiatan penyuluhan dan edukasi pencegahan geng motor di SMAN 15 Garut. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Maklumat Kapolda Jawa Barat terkait upaya pencegahan aksi geng motor, tawuran, dan kriminalitas remaja.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut diikuti oleh ratusan siswa, guru, serta staf pengajar. Suasana berlangsung interaktif, di mana para siswa tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan langsung oleh pihak kepolisian.
Dalam pemaparannya, Aiptu Dadan Sopian menekankan bahwa keterlibatan dalam geng motor bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi juga ancaman serius bagi keselamatan diri pelaku maupun masyarakat.
“Adik-adik semua adalah generasi penerus bangsa. Jangan sampai masa depan kalian hancur hanya karena terlibat geng motor, tawuran, maupun perbuatan melanggar hukum lainnya. Kami hadir untuk memberikan pemahaman dan perlindungan melalui edukasi seperti ini,” ujar Aiptu Dadan, Senin (08/12/2025).
Ia menjelaskan, pelaku yang terlibat dalam geng motor dapat dikenakan proses hukum yang berdampak panjang, mulai dari pemeriksaan kepolisian, proses peradilan, hingga ancaman pidana. Tidak hanya itu, catatan kriminal juga dapat menghambat masa depan, seperti sulit melanjutkan pendidikan dan memperoleh pekerjaan.
Sementara itu, Bripka Andri Hidayat menambahkan pentingnya peran pelajar dalam menjaga lingkungan yang aman dan kondusif. Ia mengajak para siswa untuk berani menolak ajakan negatif dari kelompok yang mengarah pada tindakan kriminal.
“Kalian harus berani mengatakan tidak terhadap ajakan geng motor, narkoba, minuman keras, serta kegiatan yang merugikan diri sendiri dan orang lain,” tegasnya.
Selain membahas bahaya geng motor, kedua personel Polsek Tarogong Kidul tersebut juga memberikan edukasi tentang penggunaan media sosial secara bijak. Para siswa diingatkan agar tidak mudah terprovokasi oleh konten kekerasan, ajakan tawuran, maupun penyebaran berita hoaks yang dapat memicu konflik.
“Gunakan media sosial untuk hal-hal positif. Jangan sampai media sosial dijadikan sarana untuk saling menghina, menyebarkan kebencian, atau merencanakan aksi tawuran,” tambah Bripka Andri.
Para siswa juga didorong untuk menyalurkan energi dan kreativitas melalui kegiatan yang lebih bermanfaat, seperti mengikuti ekstrakurikuler olahraga, seni, pramuka, serta organisasi sekolah yang dapat membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, dan kepemimpinan.
Pihak SMAN 15 Garut menyambut baik kegiatan tersebut. Perwakilan pihak sekolah menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polsek Tarogong Kidul atas perhatian dan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan, khususnya dalam upaya membentengi pelajar dari pengaruh negatif.
Menurut pihak sekolah, sinergi antara institusi pendidikan dan kepolisian sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif.
Kegiatan ini juga merupakan bagian dari strategi preemtif dan preventif Polres Garut dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Program turun langsung ke sekolah dinilai efektif dalam menanamkan kesadaran hukum sejak dini kepada para pelajar.
Di akhir kegiatan, digelar sesi tanya jawab antara siswa dengan pihak kepolisian. Para siswa tampak antusias mengajukan pertanyaan seputar hukum, pergaulan remaja, hingga cara melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas geng motor di lingkungan sekitar.
Melalui kegiatan ini, Aiptu Dadan Sopian dan Bripka Andri Hidayat berharap para siswa SMAN 15 Garut dapat menjadi pelopor generasi muda yang berprestasi, berkarakter, dan bertanggung jawab, serta mampu menolak segala bentuk perilaku menyimpang. (*)
