![]()
Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Dunia pendidikan di Kabupaten Garut kembali mendapat energi baru dengan hadirnya pemimpin baru menjabat kurang lebih satu bulan di lingkungan SMAN 17 Garut. Sosok Yani Sundani,S.Pd yang resmi mengemban amanah sebagai Kepala Sekolah, membawa optimisme besar bagi masa depan sekolah yang selama ini dikenal memiliki potensi besar di bidang akademik maupun non akademik.
Sementara di bawah kepemimpinan barunya, SMAN 17 Garut bertekad meneguhkan diri sebagai sekolah berkarakter kuat dan konsisten melahirkan siswa berprestasi.
Kepala sekolah yang memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan pendidikan ini menegaskan bahwa membangun karakter merupakan fondasi utama yang harus diletakkan sebelum berbicara soal prestasi. Baginya, kualitas pendidikan tidak hanya diukur dari kemampuan akademik semata, tetapi juga dari seberapa kuat karakter yang dimiliki oleh para siswanya.
“Kami ingin sekolah ini menjadi tempat tumbuhnya generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga santun, jujur, disiplin, dan bertanggung jawab. Karakter adalah benteng awal yang akan melindungi mereka di masa depan,” ujar Yani saat ditemui di ruang kerjanya. Jum’at, (28/11/2025).
Semangat Baru dalam Tata Kelola Pendidikan
Kehadiran Yani Sundani disambut antusias oleh para guru dan tenaga kependidikan. Sejak hari pertama bertugas, ia memperlihatkan kepemimpinan yang komunikatif, terbuka, dan mengedepankan dialog. Gaya kepemimpinan ini membuat banyak pihak optimistis bahwa SMAN 17 Garut akan mengalami perubahan positif yang signifikan dalam berbagai aspek, mulai dari tata kelola sekolah hingga kualitas proses pembelajaran.
Yani mengungkapkan bahwa dirinya ingin membangun pola kerja yang solid, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil. Ia menegaskan, pendidikan adalah kerja tim, bukan kerja individu.
“Sekolah tidak akan berkembang jika hanya digerakkan oleh satu orang. Saya butuh kolaborasi guru, staf, siswa, bahkan orang tua. Semua harus terlibat dalam proses membangun sekolah ini,” katanya.
Penguatan Karakter melalui Program Pembiasaan Positif
Untuk mewujudkan sekolah berkarakter, Yani bersama jajaran manajemen sekolah mulai merancang sejumlah program pembiasaan positif.
Beberapa di antaranya adalah:
Gerakan literasi pagi
Kegiatan rutin keagamaan sesuai keyakinan siswa
Program bimbingan konseling berbasis karakter
Peningkatan budaya bersih, tertib, dan disiplin
Pemberdayaan OSIS dan ekstrakurikuler berbasis kepemimpinan
Menurut Yani, pembiasaan yang konsisten akan membentuk karakter yang kuat dalam diri siswa.
“Anak yang terbiasa disiplin sejak sekolah akan tumbuh menjadi pribadi yang siap menghadapi tantangan. Pembiasaan ini sangat penting, dan kami akan menjadikannya kultur sekolah,” tambahnya.
Dorong Prestasi Akademik dan Nonakademik ke Level Lebih Tinggi
Selain karakter, Yani juga tidak menutup mata terhadap pentingnya prestasi. Prestasi siswa SMAN 17 Garut sejauh ini cukup menggembirakan, namun bagi Yani, potensi tersebut harus terus ditingkatkan. Ia ingin melihat lebih banyak siswa yang berani tampil di ajang kompetisi tingkat kabupaten, provinsi, bahkan nasional.
“Kami ingin SMAN 17 Garut menjadi rumah bagi para juara. Setiap potensi siswa harus digali. Baik itu dalam bidang sains, seni, olahraga, maupun keterampilan,” ujar Yani.
Untuk mendukung hal tersebut, sekolah menyiapkan program seperti:
Pelatihan intensif bagi siswa berpotensi
Pembimbingan khusus menjelang lomba atau olimpiade
Kolaborasi dengan lembaga pendidikan dan komunitas luar sekolah
Peningkatan fasilitas laboratorium, seni, dan olahraga
Guru-guru juga diminta lebih aktif mengidentifikasi kemampuan siswa di kelas agar potensi mereka tidak terlewat.
Bangun Lingkungan Belajar yang Nyaman dan Modern
Yani menegaskan bahwa proses belajar tidak akan optimal tanpa lingkungan yang mendukung. Ia berencana melakukan beberapa langkah strategis terkait infrastruktur, seperti peningkatan kualitas ruang kelas, perbaikan lingkungan sekolah, dan modernisasi sarana pembelajaran berbasis teknologi.
“Kita hidup di era digital. Siswa sudah sangat akrab dengan teknologi. Sekolah harus mampu mengikuti perkembangan itu agar proses belajar lebih menarik dan efektif,” jelasnya.
Beberapa fasilitas yang rencananya akan ditingkatkan meliputi jaringan internet sekolah, ruang multimedia, serta dukungan perangkat digital untuk pembelajaran interaktif.
Dukungan Guru dan Orang Tua Menguatkan Optimisme
Kepemimpinan Yani mendapatkan dukungan penuh dari para guru. Mereka menilai kehadiran Yani membawa suasana baru yang lebih energik dan terarah. Para guru mengaku siap bersinergi untuk mewujudkan visi besar sekolah.
“Dengan pola kepemimpinan yang tegas namun humanis, kami yakin SMAN 17 Garut akan berkembang lebih pesat. Bu Yani adalah sosok yang mampu memadukan disiplin dan inovasi,” ujar salah seorang guru senior.
Di sisi lain, komite sekolah dan orang tua siswa menyambut baik arah baru yang ditawarkan kepala sekolah. Mereka berharap SMAN 17 Garut tidak hanya menjadi sekolah yang unggul dalam bidang akademik, tetapi juga menjadi tempat pembentukan karakter generasi masa depan.
Menuju Sekolah Unggul dan Berdaya Saing Tinggi
Dengan visi besar membangun karakter, prestasi, dan lingkungan belajar yang kondusif, SMAN 17 Garut kini berada di jalur transformasi. Kepemimpinan baru ini diharapkan mampu membawa sekolah naik kelas dan bersaing dengan sekolah-sekolah favorit lainnya di Kabupaten Garut maupun di tingkat provinsi.
“Misi kami jelas: membangun sekolah berkarakter, menjaga budaya positif, dan mencetak siswa-siswi berprestasi. Bersama seluruh elemen sekolah, saya yakin SMAN 17 Garut akan menjadi sekolah yang dibanggakan masyarakat,” pungkas Yani Sundani. (DIX)
